Santo Santa

2 Oktober

Pesta Para Malaekat Pelindung

Gereja percaya bahwa Tuhan Allah memberikan kepada setiap orang beriman seorang malaekat pelindung. Kepercayaan akan perlindungan malaekat sebagai utusan Allah sudah ada semenjak Perjanjian lama.
Bacaan pertama dalam Misa Kudus hari ini menunjukkan bahwa Tuhan memberikan malaekatNya sebagai pelindung dan penasehat bangsa Yahudi: “Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaekat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. . . “(Kel 23:22 dst). Bangsa Yahudi harus selalu mendengarkan dia agar bisa selamat. Dalam Injil, Yesus mengatakan: “Ingatlah, janganlah menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaekat mereka di sorga yang selalu memandang wajah BapakKu yang di sorga” (Mat 18: 10).
Setiap kita mempunyai seorang malaekat pelindung. Ia bertugas melindungi, membimbing dari mempersembahkan doa dan karya-karya kita kepada Allah. Kita harus selalu menghormati malaekat pelindung kita, karena dialah sahabat kita yang ditugaskan Tuhan untuk mendampingi kita dalam hidup ini.

» Read more

Renungan Jumat , 2 Oktober 2020

Peringatan para Malaikat Pelindung

Bacaan I:  Keluaran 23:20-23a

Mazmur: 91:1-2.3-4.5-6.10-11

Bacaan Injil: Matius 18:1-5,10

Renungan

Pada hari ini kita merayakan pesta para utusan Tuhan yang melindungi kita umat manusia. Kita dapat menemukan kisah tentang mereka sepanjang Kitab Suci.  Para malaikat menyampaikan pesan-pesan dari Tuhan, melindungi manusia dari mara bahaya serta menyelamatkannya. Dalam perjanjian Baru, dalam Kitab Kisah Para rasul bab 12 dikisahkan bagaimana St. Petrus dibimbing oleh seorang malaikat untuk meloloskan diri dari pendajar. Telah berabad-abad lamanya untuk kristiani percaya bahwa kita masing-masing mempunyai seorang malaikat pelindung.

» Read more

Santo Santa

1 Oktober

Santo Remigius, Uskup dan Pengaku Iman
Remi atau Remigius lahir di Prancis pada tahun 435. Pada umur 22 tahun, ia dipilih umat menjadi Uskup Reims, Prancis. Pilihan umat ini diterimanya dengan perasaan enggan karena ia merasa dirinya tidak layak. Tetapi di kemudian hari dalam seluruh hidupnya sebagai uskup terbukti bahwa pilihan umat atas dirinya sesungguhnya merupakan suara Tuhan sendiri.
Uskup Remi berbadan tinggi, bersikap tenang dan agung, ramah dan lembut terhadap siapa saja yang ditemuinya. Ia juga pintar, pandai berkotbah, dan murah hati terutama kepada orang-orang miskin. Sebagai uskup, ia berusaha sekuat tenaga untuk membawa bangsa Prancis, yang sebagian besar masih kafir ke pangkuan Kristus. Untuk itu tidak mengesampingkan pendekatan dan hubungan yang baik dengan raja dan para bangsawan Prancis. Ia berhasil dalam usaha kerasulan dan penginjilan bangsa Prancis itu, berkat doa dan teladan hidupnya, kotbahnya yang menyentuh hati umat, dan semua mujizat yang dilakukannya dalam nama Kristus Tuhan.
Pada malam Natal tahun 496 ia mempermandikan Raja Prancis, Klovis I bersama 3000 orang pembantunya. Remi memimpin keuskupannya selama 70 tahun lebih. Ketika ia meninggal dunia pada tahun 534 sebagian besar warga kerajaan Prancis sudah dikristenkan olehnya. Oleh karena itu ia diberi gelar ‘rasul’ negeri Prancis.

» Read more

Renungan Kamis , 1 Oktober 2020

Pesta Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, Perawan Pujangga Gereja, Pelindung Misi

Bacaan I:  Yesaya 66:10-14c atau 1Kor. 12:31-13:13

Mazmur: 131:1.2.3

Bacaan Injil: Matius 18:1-4

Renungan

Pada hari ini Gereja merayakan pesta Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus. Theresia meyakini bahwa Allah menghendaki agar manusia mencintai Dia. Keyakinan itu diwujudkan dengan ia masuk biara Karmelit di Liseux. Setiap hari dibiara tersebut, ia melakukan pekerjaan harian dengan penuh sukacita, sabar, dan lemah lembut dan melayani sesama suster, lebih-lebih suter-suster lansia dan sakit.

» Read more

Santo Santa

30 September

Santo Haeronimus, Imam dan Pujangga Gereja

Eusebius Hieronimus Sophronius lahir di Stridon, Dalmatia pada tahun 342. Ayahnya, Eusebius, adalah seorang beriman Kristen yang saleh hidupnya dan dikenal luas sebagai tuan tanah yang kaya raya. Ia mendidik Hieronimus sesuai dengan kebiasaan-kebiasaan hidup Kristiani dan kebiasaan kerja keras. Ketika Hieronimus berusia 12 tahun, ia mengirimnya ke Roma untuk belajar ilmu hukum dan filsafat. Studinya berjalan lancar, hanya cara hidupnya tidak tertib karena pengaruh kehidupan moral orang Roma yang tidak terpuji pada masa itu. Untunglah bahwa ia lekas sadar dan bertobat dari cara hidupnya yang tidak tertib itu. Pada saat itulah ia meminta dipermandikan oleh Paus Liberius. Rahmat permandian yang diterimanya terus dihayatinya dengan banyak berdoa dan berziarah ke makam para martir dan para Rasul bersama kawan-kawannya. Kehidupan rohaninya terus meningkat, demikian pula cintanya kepada Tuhan dan sesama.

» Read more

Renungan Rabu , 30 September 2020

Bacaan I:  Ayub 9:1-12.14-16

Mazmur: 88:10b-15;R:3a

Bacaan Injil: Lukas 9:57-62

Renungan

Kitab Ayub menggambarkan pergumulan dan pertanyaan yang dialami oleh banyak orang terutama mengenai realitas penderitaan. Lebih tidak mudah lagi manakala orang-orang yang hidup saleh, baik dan terhormat, ternyata mengalami penderitaan. Mengapa ada penderitaan? Dari mana itu berasal? Di manakah Tuhan dalam penderitaan? Masih banyak lagi sederet pertanyaan serupa St. Thereia Benedicta Salib (Edith Stein) dapat menjadi inspirasi bagi kita memaknai penderita sekaligus arti kemuridan sejati. ”Setiap orang yang siap membajak tetapi menoleh, tidak layak untuk Kerajaan Allah

» Read more
1 47 48 49 50