Ibadat Sabda Jumat, 25 Juni 2021

Teks Ibadat Sabda Jumat, 25 Juni 2021 dengan tema:
Yesus adalah sumber kesembuan Ilahi, “Aku mau, jadilah engkau tahir”
( Mat 8:3)
Teks Ibadat Sabda Jumat, 25 Juni 2021 dengan tema:
Yesus adalah sumber kesembuan Ilahi, “Aku mau, jadilah engkau tahir”
( Mat 8:3)
25 Juni |
Santo Gulielmus, Abbas
Gulielmus lahir di Vercelli, Italia pada tahun 1805. Baru saja berumur 14 tahun, ia telah menampakkan sifat-sifat yang saleh, giat dan berani. Terdorong oleh semangat imannya, ia berziarah ke makam Santo Yakobus di Kompostella, Spanyol. Perjalanan yang sangat jauh itu ditempuhnya dengan kaki telanjang dan tanpa membawa bekal dan uang. Sekembalinya dari sana, ia merencanakan lagi untuk mengunjungi tempat-tempat suci di Palestina. Tetapi untuk rencana ini, selalu saja ia menemui berbagai hambatan. Hal ini dianggapnya sebagai petunjuk bahwa rencananya itu tidak dikehendaki oleh Tuhan.
» Read moreBacaan I : Kej. 17:1.9-10.15-22
Mazmur : 128:1-2.3.4-5;R:4
Bacaan Injil : Luk. 8:1-4
Renungan
“Mungkinkah bagi seorang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak, dan memungkinkan Sara, yang telah berumur Sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?” (Kej. 17:17) Abraham merasa belum percaya bahwa Allah akan memberikan yang paling mulia bagi sepasang suami–istri yang sudah lanjut usia itu. Nyatanya Allah berkehendak lain: “Istrimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu” Kej. 17:9). Kebaikan Allah nyata dalam diri Putra-Nya. “Tuan , jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku” (Mat.8:2) Si kusta yang sakit datang kepada Yesus dengan segala keterbatasan dan kelemahannya. Ia berkenyakinan bahwa Yesus dapat mentahirkannya. Suatu sikap yang baik dari orang kusta ini adalah ia mau membuka diri, mengakui segala keterbatasan, dengan rendah hati dan percaya bahwa Yesus akan menolongnya. Lalu, Yesus menjamah dan ia pun sembuh.
» Read moreHari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis
Bacaan I : Yes. 49:1-6
Mazmur : 139:1-3.13-14ab.14c-15;R:13b
Bacaan Injil : Luk. 1:57-66.80
Renungan
Kelahiran bayi dalam sebuah rumah tangga adalah rahmat besar. Than telah menunjukan rahmat-Nya yang begitu besar kepada keluarga Zakaria maka layaklah mereka bersukacita (Luk:1:58). Namun, rahmat yang besar tu sering juga menjadi tanda tanya bagi yang melihat dan merenungkannya. “Menjadi apakah anak ini nanti?” (Luk 1:66). Ketakjuban dan kekhawatiran seringkali muncul bersamaan dalam diri seorang ketika mereka berhadapan dengan realitas atau peristiwa yang dijumpainya dalam hidup, namun mereka tak boleh lupa akan “tangan Tuhan yang senantiasa menyertai” (bdk. Luk. 1:66) kenyataan itu dapat kita pelajari dari kisah hidup keluarga Zakaria atas kelahiran Yohanes Pembaptis. Tuhan bisa berbuat dalam hidup yang sepertinya “tanpa harapan” pasti. Namun, Tuhan adalah baik dan pemurah (arti Yohanes dalam yunani: ionannes)
» Read more23 Juni |
Santo Yosef Kafasso, Pengaku Iman
Yosef Kafasso lahir di Kastenuovo d’Asti di Piemonte pada tanggal 15 Januari 1811. Pendidikan sekolah menengahnya berlangsung di Chieri. Pada mulanya dia diolok-olok kawan-kawannya karena badannya bungkuk dan kecil. Tetapi ia baik hati dan ramah kepada semua kawannya. Maka lama-kelamaan ia mulai dicintai oleh mereka.
Pada umur 20 tahun, Kafasso ditabhiskan menjadi imam. Untuk melanjutkan studinya, ia tinggal di kediaman pastor-pastor di Torino. Disini ia diangkat menjadi pemimpin rumah dan menjadi Pastor Kepala. Semboyannya yang terkenal ialah “membantu sebanyak mungkin orang untuk masuk ke surga.”
Bacaan I : Kej. 1-12,17-18
Mazmur : 105:1-2.3-4.6-7.8-9;R:1a
Bacaan Injil : Mat. 7:15-20
Renungan
Keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi seorang anak di bentuk menjadi pribadi yang baik. Dalam hal ini, peran orang tua sangat dibutuhkan (bdk. Kan. 226;2). Oleh sebab itu relasi antara anakdan orang tua harus terjalin erat agar bertumbuh dan berkembanglah karakter yang baik. “Setiap pohon yang baik mengahsilkan buah yang baik sedangkan pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik” (Mat. 7:17). Orientasinya selalu mengarah kepada relasi dengan Tuhan, seperti halnya relasi Abram dengan Tuhan. Sikap Abram yang selalu percaya dan berserah diri sungguh-sungguh berkenan di mata Tuhan (bdk. Kej. 15:5-6). Iman yang kokh merupakan landasan dalma pembentukan karakter yang baik.
» Read more22 Juni
Santo Paulinus dari Nola, Uskup dan Pengaku Iman
Paulinus lahir dari sebuah keluarga bangsawan Romawi di Bordeaux, Prancis, pada tahaun 353. Di antara kaum keluarganya yang berasal dari Spanyol, banyak yang berpangkat Senator, Prefek dan Konsul. Bakat satera yang dimilikinya serta pendidikan yang diperolehnya merupakan bekal dasar yang menguntungkan masa depannya. Ia menjadi seorang ahli pidato serta penyair masyur yang dikagumi oleh Santo Hieronimus dan Agustinus.
Meksipun masih sangat muda, ia diangkat menjadi senator di Roma, segera setelah ia menamatkan pendidikannya di sekolah tinggi. tak lamak kemudian, ia diangkat sebagai konsul di Nola menggantikan ayahnya. Di kota inilah untuk pertama kalinya menyaksikan perayaan Pesta Santo Feliks, martir. Dilihatnya ribuan orang berduyun-duyun ke kota untuk mengunjungi makam Santo Feliks. Paulinus terharu melihat orang-orang itu yang dengan tekun merenungkan keteladanan Santo Feliks.
Bacaan I : Kej. 13:2.5-18
Mazmur : 15:2-3ab.3cd-4ab.5;R:1a
Bacaan Injil : Mat. 7:6.12-14
Renungan
Kehidupan selalu membawa kita kepada pilihan-pilihan; mau mnelewati pintu dan jalan yang luas tetapi membawa kita kepada kebinasaan atau melewati pintu dan jalan yang sempit, tetapi membawa kita kepada kehidupan . Abram dan Lot merupakan contoh unggul bagi kita dalam mengikuti Tuhan. Pilihan mereka membawa kepada persatuan dengan Allah, sehingga hidup mereka begitu berkelimpahan (bdk. Kej. 13:2.5-6).
» Read moreBacaan I : Kej. 12:1-9
Mazmur : 33:12-13.18-19.20.22;R:12b
Bacaan Injil : Mat. 7:1-5
Renungan
Dalam buku rangkaian kisah bermakna, Joseph Gorzone mengatakan: “Pilihan hidup kita menentukan cara kita melihat hidup dan memberikan focus yang lebih jelas pada visi batin kita.” Abraham telah menentukan pilihan hidupnya berdasarkan sabda Allah. Ia pergi dari Haran menuju Kanaan karena percaya akan kehendak dan janji Allah (bdk. Kej 12:1-5). Ia melihat hidupnya sebagai berkat dari Allah. Namun, kita sering kurang sadar menyadari bahwa “Tuhan memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia” (Mzm. 33:13).
» Read more17 Juni
Santo Gregorius Barbarigo, Uskup dan Pengaku Iman
Gregorius Barbarigo lahir pada tahun 1625 dari sebuah keluarga bangsawan di Venesia, Italia. Banyak kaum kerabatnya berjasa bagi Gereja dan tanah airnya. Semasa kecilnya, keluarganya mengungsi ke tempat lain untuk menghindari bahaya wabah pes yang berkecamuk pada waktu itu. Ibunya meninggal dunia ketika ia berusia tujuh tahun. Sepeninggal ibunya di pengungsian itu, Gregorius bersama ayah dan saudara-saudaranya kembali lagi ke Venesia. Di Venesia, ia memulai pendidikan dasarnya.
» Read more